ESAI: GURU PROFESIONAL YANG BERKOMPETENSI DI ERA GLOBAL


GURU PROFESIONAL YANG BERKOMPETENSI DI ERA GLOBAL

Kualitas pendidikan di Indonesia memang perlu disikapi secara serius agar mengalami perkembangan yang signifikan. Misalnya, di Asia Tenggara sendiri, rangking pendidikan dan SDM Indonesia masih lemah dibandingan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Daya saing di berbagai bidang di era global saat ini sangatlah membutuhkan SDM yang tinggi agar negara Indonesia dapat bersaing. Salah satu komponen yang harus diperhatikan secara terus-menerus dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah guru. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis. Hal ini disebabkan karena guru menjadi “garda terdepan” dalam proses pelaksanaan pendidikan. Guru adalah sosok yang langsung berhadapan dengan peserta didik dalam mentransformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mendidik putra bangsa dengan nilai-nilai Pancasila. Profesi guru dapat dipandang sebagai tugas yang mulia karena mengemban misi dan tugas yang berat. Walaupun dalam realitanya, guru hanya dipandang sebelah mata dan senantiasa disebut “pahlawan tanpa tanda jasa”.
Dunia pendidikan telah berubah. Kompetensi yang dibutuhkan masyarakat terus mengalami perubahan, apalagi di era global seperti saat ini. Kompetensi-kompetensi guru dalam lembaga pendidikan harus sesuai dengan standar, apalagi sekarang ada program sertifikasi guru. Program sertifikasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas standar lulusan dan juga dijadikan sebagai upaya peningkatan kesejahteran guru. Guru yang bisa mendapat serifikasi harus memiliki kompetensi, Kompetensi (competency) didefinisikan dengan berbagai cara, namun pada dasarnya kompetensi merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ditampilakan melalui unjuk kerja, yang diharapkan bisa dicapai seseorang setelah menyelesaikan suatu program pendidikan. Sementara itu, menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002, kompetensi diartikan seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu (Ratimin, 2008).
Tujuan dari sertifikasi guru adalah untuk menentukn kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, meningkatkan proses dan mutu hasil-hasil pendidikan, serta meningkatkan prosesionalisme guru (Janawi, 2011).
Menurut PPI RI No. 19/2005 tentang Standar Nasonal Pendidikan Pasal 28, pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Untuk itu, guru yang professional dan berkompeten di era global harus memiliki kompetensi-kompetensi tersebut sebagai modal dalam proses pengajaran nantinya.
Kompetensi pertama adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimlikinya. Kompetensi pedagogik sangatlah perlu ditingatkan di era global ini. Di samping menguasai karakter peserta didik, guru harus mengembangkan kemampuannya dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) harus dimanfaatkan dalam proses pembelajaran seperti memanafatkan sistem pembelajaran daring (online), penggunaan citra visual (foto/gambar, grafik, poster, dll), dan multimedia. Sebelum seorang guru menyampaikan pembelajaranya, guru harus memiliki persiapan mengajar yang baik, harus memiliki kriteria, yaitu materi dan tujuan mengacu pada garis-garis besar program pengajaran (GBPP), proses belajar mengajar menunjang pembelajaran aktif dan mengacu pada analisis materi pembelajaran (AMP), terdapat keselarasan antara tujuan, materi dan alat penilaian, dapat dilaksanakan, serta mudah dipahami/dimengerti (Usman, 2005).
Selanjutnya kompetensi kepribadian, merupakan kemampuan profesional yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Indikator esensialnya antara lain, memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, memiliki kepribadian yang dewasa, memiliki kepribadian yang arif, memiliki kepribadian yang berwibawa, dan memiliki akhlak mulia serta dapat menjadi teladan. Ada tiga unsur agar seorang guru dapat diteladani atau menjadi teladan, yaitu kesiapan untuk dinilai berarti adanya kesiapan menjadi cermin bagi dirinya maupun orang lain; seseorang guru dapat menjadi teladan jika memiliki ucapan, sikap, dan perilaku yang layak untuk diteladani; memiliki integritas, integritas adalah adanya kesamaan antara ucapan dan tindakan atau satunya kata dengan perbuatan. Inti dari integritas adalah terletak pada kualitas istiqomahnya. Sebagai perwujudan dari istiqomah adalah berupaya komitmen dan konsensi terhadap profesi yang diembannya. Guru agar dapat menjadi pendidik yang ungul, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu berpenampilan terbaik (the best appearance), meliputi posisi dan bahasa tubuh, gaya bicara dan ekspresi wajah, serta cara berpakaian; bersikap terbaik (the best attitude), meliputi peduli, menebar salam dan kedamaian, bijak dalam bicara, santun dalam bertindak, serta baik dalam bersikap; dan berprestasi terbaik (the best achievement) (Hidayatullah, 2009).
Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup pengasaan substansi isi materi kurikulum matapelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Kompetensi ini mencakup penguasaan substansi keilmuan yang berkaitan dengan bidang studi dan penguasaan langkah-langkah penelitian dan kaijian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan atau materi bidang studi. Ada sejumlah asumsi yang melandasi pekerjaan mendidik sebagai suatu profesi ini perlu adanya profesionalisasi dalam pendidikan. Asumsi-asumsi tersebut antara lain, subjek pendidikan adalah manusia dengan potensinya untuk berkembang; dalam melakukan aktivitasnya, pendidikan dilakukan secara sadar dan bertujuan; adanya teori-teori pendidikan; inti pendidikan terjadi dalam prosesnya, yaitu situasi pendidikan yang memungkinkan terjadi dialog antara pendidik dan terdidik; serta tujuan utama pendidikan terletak pada dimensi interinsiknya, yakni menjadikan manusia sebagai manusia yang baik, yang dalam tujuan pendidikan nasional digambarkan sebagai manusia yang beriman, bertaqwa, berbudi luhur  dan seterusnya, pendidikan juga mengemban misi instrumental, yakni merupakan alat untuk perubahan atau alat untuk mencapai sesuatu (Usada, 2009). Era global saat ini, profesionalitas guru harus terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya zaman. Keberadaan dunia teknologi informasi dalam dunia pendidikan merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Teknologi informasi dan komunikasi semakin urgen karena proses pembelajaran semakin berkembang seiring dengan perkembangan dan perubahan nilai dalam masyarakat. Di samping itu, dunia pendidikan sekarang berada pada era teknologi sehingga keberhasilan proses pembelajaran dapat dikuatkan oleh penggunaan teknologi informasi. Bahkan efektivitas pembelajaran akan lebih mudah dicapai guru jika guru mengadopsi teknologi. Berarti penggunaan teknologi memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran di era global ini.
Terakhir, Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini mencakup kemampuan berkomunikasi dan bergaul efektif dengan peserta didik, kemampuan berkomunikasi dan bergaul efektif dengan sesama pendidik, serta kemampuan berkomunikasi dan bergaul efektif dengan orangtua atau wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Aspek sosial yang harus dikembangkan oleh seorang guru professional di era global adalah kemampuan soft skills. Kompetensi guru yang termasuk soft skills adalah kepribadian dan sosial. Kompetensi kepribadian disebut dengan intrapersonal skills, sedangkan kompetensi sosial disebut dengan interpersonal skills. Keberhasilan seorang guru 80% ditentukan oleh soft skills, sementara 20% hard skills. Sejauh ini LPTK lebih banyak menekankan hard skills ketimbang soft skills. Akibatnya, kita sering menjumpai guru yang lebih menekankan aspek formal administrasi ketimbang ruh pendidikan (Mudlofir, 2014). Untuk meningkatkan kemampuan intrapersonal skills, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu pertama adalah percaya, bila kita percaya dengan seseorang maka kita akan mudah untuk membuka diri. Kedua, memahami karakteristik dan tipologi orang lain, artinya setiap orang memiliki kemampuan, keterampilan, pengalaman dalam bidang tertentu serta memiliki sifat yang berbeda-beda. Ketiga, keterbukaan.
Seorang guru professional yang berkompetensi di era global yaitu memiliki standar kompetensi yang layak sebagai seorang guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. Di era global, seorang guru harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang keberlangsungan proses pembelajaran. Tidak hanya sekadar hard skills, yang dibutuhkan di era global saat ini adalah soft skills.




DAFTAR PUSTAKA

Hidayatullah, H. M. Furqon. 2009. Perkembangan Profesionalitas Guru (PPG). Suakarta : Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS Surakarta
Janawi. 2011. Kompetensi Guru: Citra Guru Profesional. Bandung : Alfabeta
Mudlofir, Ali. 2014. Pendidik Profesional: Konsep, Strategi dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidik di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Ratimin, Sarjono, dan Tri Peni Setyaningsih. 2008. Sertifikasi Guru. Yogyakarta : Aksara Indonesia
Usada dan Suharno. 2009. Profesi Kependidikan. Surakarta : Yuma Pustaka
Usman, Moh. Uzer. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA

0 Response to "ESAI: GURU PROFESIONAL YANG BERKOMPETENSI DI ERA GLOBAL"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel